What the HEH !!!

November 19, 2009 at 7:19 am (Catatan) (, , )

Bujang Kecik : ngko ni ape la, dah aku cakap kalo nak pinjam sepeda ku ni cakap dulu sama aku. F**k you la..

Bujang Bessa : what the f**k ! bagos betol hape mike (kamu) ni…

Bujang Kota : o f**k! Lu pake kaki donk kalo jalan, jangan pake mata!!!

Bujang Kampung : hahaha,,, pak yu la (f**k you) ,, *abis denger guyon temennya*

Bujang Darat : M****r F***er… kereeenn *lagi di sorum*

Entah mereka ngerti atau tidak makna kata-kata itu. Selanjutnya kata-kata tersebut saya “samar”kan menjadi “Kata-Kata-di-Atas”. Khawatir tulisan ini dijadikan lirik lagu baru oleh Eminem. Kata-Kata-di-Atas sepertinya mengalami Ameliorasi (Peningkatan Makna) di Indonesia. Bukan sebuah umpatan lagi, tapi bisa kita temui sebagai ungkapan takjub, ungkapan lucu, ungkapan biasa, dan sedihnya kata-kata jorky from west ini ternyata sekarang bisa kita jumpai dikalangan anak-anak setingkat SD, apalagi SMP dan SMA.

Fuck is an English word which, when used literally, means “to have sexual intercourse” and is generally considered extremely vulgar. It is commonly considered to be one of the most impolite yet flexible curse words in the English language. It can be used as a verb, noun, adjective, (”fucking”), adverb (”fucking”), or interjection. It is unclear whether the word has always been considered impolite and, if not, when it was initially considered to be profane. Some evidence indicates that in some English-speaking locales it was considered acceptable as late as the 17th century meaning “to strike” or “to penetrate” [1]. Other evidence indicates that it may have become vulgar as early as the 16th century in England. Other reputable sources such as the Oxford English Dictionary contend the true etymology is still uncertain but appears to point to an Anglo-Saxon origin that in later times spread to the British colonies and worldwide. [wikipedia.org]

Jadi  Kata-Kata-di-Atas artinya bersetubuh/berhubungan intim. Kata-kata yang dianggap paling tidak sopan dan vulgar. Sebenarnya untuk padanan kata yang lain Kata-Kata-di-Atas bisa berarti lain. Soalnya ga’ semua bahasa inggris bisa di-translate ke bahasa Indonesia dengan sempurna [anima.dudut.com/archives/bahasa-indonesianya-fuck.html/]. Tapi untuk percakapan bujang-bujang diatas artinya memang kotor. Karena itu seringkali kita lihat Kata-Kata-di-Atas selalu ditulis dengan tanda bintang (F**K). Atau pada lagu-lagu Rap seringkali diskip/dipotong/disensor.

Selain artinya yang vulgar, asal muasal Kata-Kata-di-Atas juga dari kegiatan seks [http://blog.arieflatu.net/2009/07/fuck.html/]. Sedangkan mengenai gesture jari tengah, adalah representasi alat kelamin pria. Kalau “F” lengkap dengan gesture jari- nya, ini lebih kasar, dan umumnya hanya untuk hiperagresifitas. Sedangkan kalau gesture jari saja tanpa “F”, ini merupakan isyarat yang sama saja artinya dengan menyebutkan “F”. [http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090727005403AAItpHg]. Kalo mau melucu silahkan gunakan kata-kata lain yang lebih mendidik. Banyak pelawak yang tidak menggunakan bahasa kotor untuk melawak.

Dan di Indonesia, ternyata ga’ sedikit pemakainya adalah orang-orang yang kemampuan bahasa Inggris nya nge-pas-tewas. Buah ketidak-pahaman dan ketidak-mau-mencari-tahu-an.  Atau tau tapi ga’ mau tau. Belum pernah saya temui orang-orang yang fasih berbahasa Inggris di lingkungan saya, entah itu tetangga (guru Les Bahasa Inggris), Dosen-Dosen, bahkan teman-teman saya yang English-nya cas-cis-cus menggunakan Kata-Kata-di-Atas. Karena memang artinya yang tidak sopan. Seorang Bule di Batam juga pernah dipolisikan karena ngatain seorang Bapak dengan Kata-Kata-di-Atas.

Anda pernah lihatkan di Album Rappers barat didepan Kaset dan CD nya tertera label “Parental Advisory Lyrics” (Bimbingan Orangtua)? Pastinya sudah pada tau lah gimana lirik-lirik lagu mereka banyak Kata-Kata-di-Atas. Dan kenapa mesti dilabeli “Parental Advisory Lyrics” di tempat asalnya? Karena Kata-Kata-di-Atas ini ditempat asalnya tetaplah tertinta sebagai kata-kata kotor. Walaupun mereka sering menggunakan. Tapi kita bukan mereka.

Di Indonesia sendiri ada Orang yang jadi “korban-sekorban-korbannya” gaya Rapper Amerika. Kalo ga’ salah  Rapper asuhannya Ahmad Dhani, Republik Cinta. Bener ga? (kalo salah benerin). Saya lupa apa namanya. Tau nya dari adek cowok saya. Lagu ini kalo ga’ salah tentang Maia Ratu, Kangen Band, Agnes Monica, lupa siapa lagi (tolong benerin kalo salah). Denger lagu Rapper-sekorban-korbannya ini saya ga sanggup sampai habis. Bedanya sama Rapper barat cuma terletak Kata-Kata-di-Atas nya aja yang di-bahasa-Indonesia-kan. F**K sama artinya dengan N*****T yang dinyanyikan oleh si Rapper-sekorban-korbannya ini. ‘Afwan jiddan, tapi terpaksa saya sebut lagi, agar kita tau segimana kotornya dan ga’ sembarangan ngomong.

Lagu ini udah lama beredar bebas di playlist anak-anak SMA. Entah pemerintah tau atau ga’ lagu ini. Ironis jika Negara se-sekuler Singapore sanggup mencekal album dan kedatangan penyanyi sekelas Britney Spears dan Janet Jackson dikarenakan lirik jorky mereka, kenapa kita ga’ bisa.

Sejauh ini menurut saya jorky-words-phenomenon ini akibat dari media-media yang mengalami disfungsi ini. Ga’ heran anak-anak tanggung di kampung Pak Cik Mansor yang udah dapet siaran tipi pun familiar dengan Kata-Kata-di-Atas. Cuma bisa ngomong “kok ngomongnya gitu dek.” Dikira artinya permen kali ya. Anak-anak dare pon dah berani pake kasut 7 centi plus celana Britney Spears. Atau bisa jadi akibat pengaruh para pendatang dari kota yang juga sudah terpengaruh budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya kita (di buku PPKn Negara kita sih begini di ajarin). Maka ramai-ramai lah MakCik-MakCik mencontek gaya Puan-Puan dari kota ni. Anak dare pon mencontoh Mak die. Lepas tu berantai-rantai lah jadinya. Kalau tak pengaruh dari situ ya dari sana. Efek domino inilah yang tidak pernah dipikirkan oleh ekspresor bablas ini. Atau juga mungkin telah dipikirkan, untuk menghancurkan. Kalo kita nyebutnya makar, kalo mereka “ini seni”. Dan sejauh ini mereka cukup berhasil menjadikan Kata-Kata-di-Atas sebagai percakapan sehari-hari anak-anak dan pemuda-pemuda kita.

Disinilah urgensi agama sebagai alat filterisasi di era yang serba maju-mundur ini. Apa jadinya anak-anak kita bila sering mendengar lagu-lagu dengan lirik kotor dibalik head-set handphone mereka? Apa jadinya bila mereka terbiasa melihat adegan-adegan seks bebas dan kata-kata kotor di dunia maya, kartun, majalah2, film-film Hollywood (bahkan film-film Indonesia juga banyak)? Lama-lama jadi biasa. Lama-lama hilang yang namanya “malu”. Ngomong kotor jadi biasa. Apalagi kalau pemuda dan anak-anak kita cuma jadi korban taqlid dan ketidak-tahuan.

Jadi jagalah anak-anak kita dari serangan-serangan yang lebih berbahaya dari peluru Israel ini. Membekali dengan pengetahuan, ‘ilmu. Dengan ‘ilmu, dengan tau, dapat menjadi imun bagi kita dan penerus kita dari radiasi bebas sisa-sisa budaya pagan. Membentengi diri kita dan mereka dengan pengetahuan agamanya (Al-Quran dan Sunnah Rasulullah), karena itulah satu-satunya filter terbaik untuk keselamatan dunia akhirat. Fenomena di atas bukan saja akibat dari buah ketidak-pahaman mereka, buah ketidak-mau-tau-an, tapi bisa jadi buah dari kelalaian kita. Allahu a’lam bish showab.

Dari Mu’adz bin Jabal rodhiallohu ‘anhu berkata: Aku berkata, “Wahai Rasulullah, beritahu aku amal yang akan memasukanku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka”. Beliau bersabda, “Engkau telah bertanya tentang masalah yang besar. Namun itu adalah perkara yang mudah bagi siapa yang dimudahkan oleh Alloh subhanahu wa ta’ala. Engkau harus menyembah Alloh dan jangan menyekutukan-Nya dengan apapun, mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah.” Kemudian beliau bersabda. “Maukah kamu aku tunjukkan pintu-pintu kebajikan? Puasa adalah perisai, sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api, dan shalat di tengah malam.” Kemudian beliau membaca ayat. “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….” Hingga firman-Nya, “…sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan,” (As-Sajdah 16-17). Kemudian beliau bersabda kembali, “Maukah kalian kuberitahu pangkal agama, tiangnya dan puncak tertingginya?”. Aku menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pokok urusan adalah Islam (masuk Islam dengan syahadat,-pent), tiangnya adalah sholat, dan puncak tertingginya adalah jihad.” Kemudian beliau melanjutkan, “Maukah kalian kuberitahu tentang kendali bagi semua itu?” Saya menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Beliau lalu memegang lidahnya dan bersabda, “Jagalah ini.” Saya berkata, “Wahai Nabi Alloh, apakah kita akan disiksa karena ucapan-ucapan kita?” Beliau menjawab, “Celaka kamu. Bukankah banyak dari kalangan manusia yang tersungkur kedalam api neraka dengan mukanya terlebih dahulu (dalam riwayat lain: dengan lehernya terlebih dahulu) itu gara-gara buah ucapan lisannya?” (HR. Tirmidzi ia berkata, “Hadits ini hasan shahih.”)

“… jika engkau tidak malu maka berbuatlah sesukamu.” (hr. Bukhari)

*judul diatas diambil dari Plurker di kontak plurk saya, Pak Ihwan*

by : Anak Ayah

[http://stonestalk.multiply.com/journal/item/14/What_the_HEH_]

Iklan

1 Komentar

  1. terikpagi onlen store said,

    Wah sista.. tilusan nya kereen.. emang bakat nulis-nulis kayaknya yah..

    btw emang disana banyak yang sering ngomong what the *tuut* itu? saya gag pernah denger kalu di bogor mah :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: